Pasalnya, jika membuang air besar secara sembarangan dihutan atau membuat kakus didalam terbuka, akan rentan terhadap terjangkitnya wabah penyakit. Apalagi kotaran warga yang dibuang tersebut maka dihinggapi lalat, lalu terbang kerumah penduduk serta menghampiri makanan.
Informasi yang diterima wartawan koran ini, umumnya masyarakat miskin yang tidak memiliki jamban, karena faktor ekonomi keluarga belum mampu untuk membangun wc dirumahnya. Kondisi itu, harus ada peran serta dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, untuk membangun jamban umum di kecamatan pedalaman dan pesisir Aceh Utara.
Demikian disampaikan Kepala BPS Aceh Utara (Acut), Husnul Khalik, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin. Kata dia, hal itu berdasarkan laporan sementara data sensus penduduk yang diterima dirinya dari petugas dilapangan.
“Hampir semua kecamatan pedalaman dan pesisir, masih ada warga miskin yang belum memiliki wc atau jamban pribadi serta umum. Sementara selama ini hanya membuang air besar di hutan,”ucap Husnul Khalik. Menurut dia, kondisi itu harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Aceh Utara, untuk mencari solusi terhadap warga yang belum memilik wc pribadi supaya dapat dibangun jamban umum.
“Apalagi ketika petugas kami datang kerumah penduduk untuk sensus, warga selalu menanyakan untuk apa didata ini dan apakah akan diberikan bantuan termasuk membangun jamban,”jelas Husnul. (arm)