Selasa, 25 Desember 2012

Pemerintah Aceh Didesak Bangun Kuala Dangkal

“Kuala PPI Kreung Mane Semakin Dangkal”

KREUNG MANE- Sekitar 1.500 nelayan di Kreung Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, saat ini sangat memprihatinkan. Hal itu disebabkan, para nelayan tersebut tidak dapat melaut dengan lancar akibat kondisi kuala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), tidak layak pakai.
Betapa tidak, kuala PPI yang berada di Gampong Tanoh Anoe itu sudah semakin dangkal selama hampir 10 tahun. Tentunya, tanpa adanya kepedulian yang serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.
 “Saya tidak dapat berbuat banyak atas keluhan para nelayan di Kreung Mane. Boat-boat nelayan berukuran besar dan kecil tidak dapat mendarat ke kuala PPI dan terpaksa menunggu air pasang,”tegas Panglima LaotKuala Mane, Kecamatan Muara Batu, Abu Dahlan, kepada Rakyat Aceh, kemarin.
Sebutnya, tahun lalu persoalan kuala dangkal sudah pernah disampaikan kepada Pemkab Aceh Utara dan DPRK. Namun, hingga saat ini belum ada respon yang positif untuk melakukan pengekrukan kuala dangkal tersebut.
“Jadi selama terjadi kedangkalan Kuala Mane, sehingga menyulitkan boat-boat nelayan untuk keluar-masuk kuala. Kondisi itu akan ekonomi para nelayan menjadi prihatin karena tidak dapat menurunkan hasil tangkapan ikan ke kuala,”cetusnya.
Untuk itu dia meminta peran serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab), DPRK dan Pemerintah Aceh, untuk segera untuk melakukan pengekrukan kuala dangkal tersebut. Hal itu penting dilakukan, untuk memudahkan aktifitas boat-boat nelayan untuk keluar-masuk ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Krueng Mane, di Gampong Tanoh Anoe, kecamatan setempat. 
 “Sebenarnya, saya sudah sering menginformasikan kepada Pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara. Tapi sepertinya masih kurang merespon apa yang menjadi harapan dan kebutuhan para nelayan Krueng Mane,”ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, selama ini banyak nelayan yang mempertanyakan kepada dirinya kapan akan dikeruk kuala dangkal oleh Pemkab Aceh Utara. Apalagi, tahun lalu dinas terkait pernah menjanjikan untuk segera melakukan pengekrukan kuala dangkal tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara, Saiful Bahri, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, tidak berhasil dihubungi, terkait kuala dangkal di Kreung Mane, Aceh Utara. (arm)

Jumat, 21 Desember 2012

TPK Mau Dihilangkan, Ratusan Guru Demo

Jumat, 21 December 2012 | 10:23

LHOKSEUMAWE- Terkait pernyataan Sekdakota Lhokseumawe, Dasni Yuzar, bahwa dana TPK guru akan dihilangkan tahun 2013, membuat reaksi ratusan guru mendatangi gedung DPRK Lhokseumawe, Kamis (20/12).
Ratusan guru itu tergabung dalam Kobar-GB Lhokseumawe, melakukan audensi dengan Wakil Ketua DPRK Suryadi, bersama anggota DPRK setempat dan Asisten Setdako Muzakkir dan Staf Ahli Walikota, Murad Ab.

Wakil Ketua Kobar-GB Kota Lhokseumawe, Afifuddin MS, pada kesempatan itu mengatakan, pertemuan atau audensi itu digelar terkait pernyataan Sekdako Lhokseumawe disebuah media cetak baru-baru ini, bahwa dana TPK guru akan dihilangkan di tahun 2013.Sebut dia, atas pernyataan membuat ratusan guru yang sudah mendapatkan sertifikasi menolak apa yang telah disampaikan oleh Sekdako Lhokseumawe tersebut. Dan meminta kepada DPRK Lhokseumawe, akan memperjuangkan nasib guru di Kota Lhokseumawe, agar dana TPK jangan dihilangkan di tahun 2013 mendatang.

Salah seorang guru dari SMK Negeri 4 Lhokseumawe, Ruhamah, juga mengatakan, aspirasi guru itu harus diperjuangkan oleh anggota dewan sebagai wakil rakyat yang duduk di DPRK Lhokseumawe. “Dulu dana Tunjangan Prestasi Kerja (TPK) guru diberikan Rp 1 juta, dan sekarang hanya Rp 500 ribu. Kemudian, di tahun 2013 akan dihilangkan sesuai pernyataan Sekdako Lhokseumawe,”ungkapnya.

Menurutnya, atas dasar pernyataan tersebut membuat ratusan guru mendatangi DPRK Lhokseumawe, untuk menyampaikan aspirasinya. Selain itu, lanjut dia, semua pihak menginginkan mutu pendidikan di Lhokseumawe lebih baik. Namun tugas dan tanggungjawab itu tidak semata-mata kepada guru, juga kepada semua pihak di Lhokseumawe.

Sementara itu Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe, Suryadi, mengatakan, para guru di Lhokseumawe tidak perlu takut dengan akan dihilangkan dana TPK tersebut. “Intinya, dana TPK akan kita perjuangkan tidak ada pemotongan ditahun 2013. Dan yang perlu dilakukan oleh guru saat ini hanya untuk terus mendidik siswa-siswi agar berprestasi untuk meningkatkan mutu pendidikan,”terangnya. (arm)

 

Senin, 18 Juni 2012

OLAHRAGA - PIALA EROPA 2012

OLAHRAGA - PIALA EROPA 2012
Senin, 18 Juni 2012 , 08:27:00

Pemain Italia, Tiago Motta (kiri, hadap depan), Antonio Di Natale, dan Sebastian Giovonco, saat berlatih di Gdansk Arena, Gdansk, Polandia. FOTO : HENDRA EKA/JAWA POS
POZNAN - Gangguan besar sudah menerpa Italia jelang laga terakhirnya di Grup C Euro 2012. Mereka dituntut memenangkan pertandingan untuk membuka peluang lolos lolos ke perempat final. Tapi, juara Piala Dunia 2006 itu masih belum bisa melepaskan diri dari bayang-bayang kelam memori Euro 2004.

Kemenangan atas Irlandia di laga tersebut tak langsung memberikan jaminan lolos bagi bagi Italia. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Municipal Poznan tersebut, tim Azzurri, julukan Italia harus menang dengan selisih gol lebih dari dua. Kalaupun menang kurang dari dua gol, mereka juga berharap pertandingan lain antara Spanyol dan Kroasia memunculkan pemenang.

Fokus pelatih Azzurri Cesare Prandelli saat ini adalah memforsir kemenangan besar dari irlandia yang selalu kalah dari dua laga sebelumnya. Bagi Gianluigi Buffon dkk tak ada pilihan selain bermain lebih agresif dan menciptakan banyak peluang. Tidak defensive seperti saat melawan Spanyol, atau kurang determinasi saat melawan Kroasia. Untuk itu, Prandelli memberi isyarat bakal melakukan perombakan pada komposisi skuadnya.

Prandelli sudah mengungkapkan bakal melakukan perubahan untuk tiga atau empat posisi. Dari barisan pertahanan hingga para striker. Itu tak lepas dari kurang puasnya Prandelli pada penampilan timnya saat melawan Kroasia.

"Kami bermain tanpa determinasi, kurang kreatif menciptakan peluang dan membuka ruang. Tim harus ada perubahan jika berambisi menciptakan gol-gol," tutur Prandelli.

Posisi yang mendapatkankan perhatiannya adalah duet striker Antonio Cassano dan Mario Balotelli. Cassano memiliki kemungkinan besar tetap dipertahankan jadi starter, sementara Balotelli bakal digantikan oleh Antonio di Natale yang mencetak satu gol saat menahan imbang Spanyol. Itu juga tak lepas dari masalah lutut yang menerpa Balotelli usai bentrok dengan Kroasia.

Sisanya, para pemain Italia berada dalam kondisi bugar. Termasuk trio pemain belakangnya yang diisi Daniele De Rossi, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Di tengah, jaminan inti hanya jadi milik Andrea Pirlo.

"Irlandia punya senjata yang sulit diduga. Bagaimana pun, mereka tak boleh dianggap enteng. Tapikami tak boleh melepaskan peluang yang masih kami miliki," tambah Prandelli.

Kesulitan terbesar Italia tak lain adalah pelatih Irlandia Giovanni Trapattoni. Sebagai orang Italia dan pernah menangani tim nasional Italia delapan tahun lalu, dia paham betul filosofi permainan Italia. Termasuk beberapa penggawa yang masih mengisi skuad Italia saat ini, seperti Cassano yang delapan tahun lalu juga diandalkannya.

Apalagi, hingga beberapa saat menghadapi Italia, Irlandia belum merasa tersingkir dari Euro 2012. Meski sudah tak ada peluang lolos, Robbie keane cs berjuang untuk kehormatan negerinya. Mereka tak mau pulang tanpa poin.

"Hanya kehormatan, itulah tujuan kami bertanding. Anda tetntu tak mau pulang tanpa satu pun poin. Penting bagi kami untuk bersatu lagi sebagai tim dan memberi alasan pada para fans untuk bergembira. Sepekan di sini sudah terasa sulit bagi tim, bukan cuma saya," beber Keane. (ady)

Line Up Italia v Irlandia

Italia (4-1-3-2): 1-Buffon (g); 2-Maggio (kk), 19-Bonucci (kk), Barzagli, 3-Chiellini (kk); 16-De Rossi; 8-Marchisio, 21-Pirlo, 13-Giaccherini; 11-Di Natale, 10-Cassano
Pelatih : Cesare Prandelli

Irlandia (4-4-2): 1-Given (g); 4-O"Shea, 5-Dunne, 2-St Ledger (kk), 3-Ward; 11-Duff, 8-Andrews (kk), 6-Whelan (kk), 7-McGeady; 10-Keane (kk), 19-Long
Pelatih : Giovanni Trapattoni

Stadion : Municipal, Pozna
Wasit : Cuneyt Cakir (Turki)

Rumah Ibadah Ilegal Diserbu Warga

  Senin, 18 Juni 2012 | 10:06

Banda Aceh – Seratusan warga Peunayong, kota Banda Aceh, Minggu (17/6) pagi, menyerbu bangunan berkedok tempat kursus yang kerab digunakan sebagai rumah ibadah illegal. Bangunan yang berada di Jalan H.T. Daudsyah (Peunayong) No. 47 tersebut juga sempat dirusak oleh massa. Kaca bagian depan bangunan pecah dan pintu masuk rusak. Warga juga memghancurkan sejumlah barang yang berada didalam bangunan.
Beruntung aparat keamanan dari Polsek kuta Alam dan Mapolresta Banda Aceh, cepat tiba di lokasi. Dan langsung mengendalikan keadaan yang semakin memanas.

Guna menghindari amukan warga, para penghuni beserta sejumlah barang berharga lainnya seperti alat elektronik dan sepeda motor diamankan ke Mapolresta Banda Aceh. Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH beserta jajarannya serta kepala Dinas Syariat Islam kota Banda Aceh beserta sejumlah pejabat di Pemko Banda Aceh langsung datang ke lokasi begitu mendapatkan informasi tentang kejadian tersebut.” Warga tidak terima ada kegiatan keagamaan, apalagi tidak ada izin,”kata Moffan di lokasi kejadian.

Moffan mengatakan, bahwa pengrusakan yang dilakukan warga, lantaran merasa emosi karena lokasi yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan ibadah ternyata berkedok tempat kursus. Serta tidak memiliki izin pendirian rumah ibadah.” Semuanya kan ada aturannya. Pendirian rumah ibadah itu harus ada izinnya, tidak bisa sembarangan, warga pun kan tidak boleh anarkis,”sebutnya.

Masyarakat pun diminta tidak emosi dan tidak mudah terprovokasi dan bisa menjaga ketertiban serta keamanan dan menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pihak keamanan. Jika nanti, setelah dilakukan penyidikan, ternyata persoalan tersebut mengandung unsur pidana, maka akan dipidanakan dan bila tidak, maka penanganannya akan diserahkan kepada Dinas Syariat Islam dan Wilayatul Hisbah (WH). Lebih lanjut dia pun mengatakan, bahwa situasi tersebut sudah terkendali dan tidak sampai berujung pada tindakan penganiayaan. Persoalan tersebut untuk sementara masih dilakukan penyidikan lebih lanjut.(slm)




Tenang...Tor Tor Tidak Dibahas UNESCO

NASIONAL
Senin, 18 Juni 2012 , 14:35:00


MENARI: Sejumlah penari menarikan tarian tradisional Tor-tor Siputu Cawan. Foto: Andri Ginting/Sumut Pos/JPNN
JAKARTA – Ketua Komisi X DPR Agus Hermanto mengatakan bahwa rapat pleno UNESCO 29 Juni 2012 nanti tidak akan membahas klaim Malaysia terhadap tarian Tor Tor dan alat musik Gondang Sembilan.  Dia menyebutkan, rapat itu nanti hanya membahas usulan warisan kebudayaan dari 24 negara saja. Dan dari 24 negara itu, kata Agus tidak ada usulan dari Malaysia.
      
“Jadi, tari Tor-tor dan Gondang Sembilan itu tidak mungkin dibawa di sidang UNESCO untuk diklaim sebagai warisan budaya mereka (Malaysia). Sampai saat ini belum ada klaim dari Malaysia,"  kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/6).

Seperti diketahui, kantor berita Malaysia, Bernama, melansir berita bahwa Menteri Rais berencana mendaftarkan Tarian Tor-tor dan alat musik Gondang 9 milik masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005.
      
Agus mengaku tak begitu paham menyoal berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pengakuan ke UNESCO. Tapi, yang jelas untuk dimasukkan ke dalam lingkupnya UNESCO harus dibicarakan ke sana sebagai usulan. “Nanti diketok di sana,” kata Agus.
      
Dia menegaskan, klaim dari Malaysia itu harus diantisipasi dan tidak bisa dibiarkan. Karenanya, menurut dia, database sangat diperlukan supaya dapat menginventarisir kebudayaan-kebudayaan yang ada. Pihaknya akan meminta kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk bisa  melakukan inventarisir tersebut. “Mungkin saja kalau kita punya data base, dan kita bisa keluarkan, mungkin itu yang menguatkan kita,” kata politisi Partai Demokrat itu. (boy/jpnn)

Minggu, 17 Juni 2012

Nasib Ribuan Nelayan Krueng Mane Prihatin


“Kuala PPI Kreung Mane Semakin Dangkal”

KREUNG MANE- Sekitar 1.500 nelayan di Kreung Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, saat ini sangat memprihatinkan. Hal itu disebabkan, para nelayan tersebut tidak dapat melaut dengan lancar akibat kondisi kuala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), tidak layak pakai.

Betapa tidak, kuala PPI yang berada di Gampong Tanoh Anoe itu sudah semakin dangkal selama hampir 10 tahun. Tentunya, tanpa adanya kepedulian yang serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

 “Saya tidak dapat berbuat banyak atas keluhan para nelayan di Kreung Mane. Boat-boat nelayan berukuran besar dan kecil tidak dapat mendarat ke kuala PPI dan terpaksa menunggu air pasang,”tegas Panglima LaotKuala Mane, Kecamatan Muara Batu, Abu Dahlan, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Sebutnya, tahun lalu persoalan kuala dangkal sudah pernah disampaikan kepada Pemkab Aceh Utara dan DPRK. Namun, hingga saat ini belum ada respon yang positif untuk melakukan pengekrukan kuala dangkal tersebut.

“Jadi selama terjadi kedangkalan Kuala Mane, sehingga menyulitkan boat-boat nelayan untuk keluar-masuk kuala. Kondisi itu akan ekonomi para nelayan menjadi prihatin karena tidak dapat menurunkan hasil tangkapan ikan ke kuala,”cetusnya.

Untuk itu dia meminta peran serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab), DPRK dan Pemerintah Aceh, untuk segera untuk melakukan pengekrukan kuala dangkal tersebut. Hal itu penting dilakukan, untuk memudahkan aktifitas boat-boat nelayan untuk keluar-masuk ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Krueng Mane, di Gampong Tanoh Anoe, kecamatan setempat. 

 “Sebenarnya, saya sudah sering menginformasikan kepada Pemkab melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara. Tapi sepertinya masih kurang merespon apa yang menjadi harapan dan kebutuhan para nelayan Krueng Mane,”ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, selama ini banyak nelayan yang mempertanyakan kepada dirinya kapan akan dikeruk kuala dangkal oleh Pemkab Aceh Utara. Apalagi, tahun lalu dinas terkait pernah menjanjikan untuk segera melakukan pengekrukan kuala dangkal tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara, Saiful Bahri, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, tidak berhasil dihubungi, terkait kuala dangkal di Kreung Mane, Aceh Utara. (arm)
Kuala Dangkal:  Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kuala Mane, di Gampong Tanoe Anoe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, semakin dangkal akibat kurangnya perhatian dari pemerintah setempat. Rakyat Aceh/ Armiadi

Tenaga Bakti Murni Enam Bulan Belum Gajian


“Terpaksa Gigit Jari dan Utang Menumpuk”

ACEH UTARA- Sebanyak 2.165 tenaga bakti murni dari kalangan guru dan staf tata usaha pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Aceh Utara, belum gajian. Sepertinya, nasib tenaga bakti murni ini seakan di anaktirikan oleh Pemkab Aceh Utara, tanpa jelas realisasi gaji mereka selama enam bulan terakhir ini.  
Gaji para abdi negara ini yang tertunggak mulai bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei dan Juni 2012. 

 Tentunya, ribuan tenaga bakti murni itu belum dapat bernafas dengan lega, karena gaji mereka yang biasa disebut sebagai penayah itu tidak jelas pembayaran oleh dinas.
“Jadi selama enam bulan itu gaji kami belum jelas realisasi dan kami juga sudah banyak berutang untuk biaya hidup sehari-hari,”ungkap beberapa guru tenaga bakti murni Aceh Utara, yang enggan namanya dipublikasi kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Menurut abdi negara ini, keterlambatan pembayaran gaji tersebut sudah sering terjadi pada setiap tahun anggaran. Walaupun jatah gaji atau penayah yang diberikan hanya Rp 300 ribu perbulan, tapi sangat membantu biaya kehidupan mereka.

Kata mereka, sampai hari ini (kemarin,red) dinas belum ada tanda-tanda untuk membayar gaji yang sudah tertunggak selama enam bulan tersebut.  Hal itu dibuktikan, belum adanya pengajuan amprah gaji dari dinas kepada UPTD dan ke sekolah masing-masing untuk ditandatangani oleh tenaga bakti murni.
“Jika gaji mau dicairkan kami disuruh teken berkas amprah gaji yang diajukan oleh dinas. Tapi ini belum ada kejelasan kapan realisasi gaji tersebut, sehingga kita terpaksa gigit jari dan berutang kepada orang lain”cetusnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Aceh Utara, Razali, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, SK guru tenaga bakti murni baru dalam beberapa hari lalu selesai. “Jadi dalam minggu ini dinas akan mengajukan amparahan gaji mereka ke masing-masing UPTD untuk diteruskan ke sekolah, agar ditanda tangani oleh tenaga bakti murni, sebelum gaji dicairkan,”ucap Razali yang mengaku sedang berada di Banda Aceh.

Sementara itu data yang diterima Rakyat Aceh, gaji tenaga bakti murni dijajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Aceh Utara, pada setiap tahun anggaran mencapai Rp 7.794.000.000 bagi 2.165 guru dan staf tatausaha. Dengan hitungan Rp 300 ribu perbulan untuk setiap tenaga bakti murni tersebut. (arm)