Jumat, 20 April 2012

88 Kodi Soal UN SMP/MTs Didistribusikan ke Polsek


Sabtu, 21 April 2012 | 10:22
Cegah Soal Bocor Dikawal Polisi

ACEH UTARA- Sebanyak 88 kodi soal Ujian Nasional (UN) dan Lembar Jawaban Komputer (LJK) untuk siswa SMP/MTs di Aceh Utara, Jum’at (20/4) mulai didistribusikan ke 27 polsek, yang didampingi kepala sekolah (Kepsek).
Soal dan LJK tersebut diperuntukkan untuk 9.703 siswa-siswi dari 143 sekolah tingkat SMP/MTs di Kabupaten Aceh Utara. Masing-masing 97 SMP berjumlah 7.788 siswa dan MTs 46 sekolah dengan 1.915 siswa.
Sekretaris Ujian Nasional (UN) Kabupaten Aceh Utara, A.Rahman TB,M.Pd saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, awalnya, soal UN dan LJK itu direncanakan akan didistribusikan pada Sabtu besok (hari ini,red).

Namun, dipercepat pada Jum’at kemarin, 88 kodi soal dan LJK diambil oleh 143 kepala sekolah dan turut didampingi 27 Kapolsek. Dimana soal dan LJK tersebut, diserahkan ke Polsek untuk disimpan agar tidak terjadinya kebocoran sosial. Polisi dari Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe, ikut terlibat mengawal pendistribusian soal UN.

“Jadi bagi 143 Kepala Sekolah, baru dapat mengambil soal UN itu 1 jam sebelum berlangsung UN pada setiap hari, dari 23-26 April mendatang,”ucap A. Rahman TB, seraya menambahkan, soal UN itu yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Tentunya, para siswa itu harus mempersiapkan diri untuk tekun belajar dengan rajin agar bisa lulus dengan nilai rata-rata 5,5 setiap mata pelajaran yang di UNkan.

“Jadi persiapan seperti alat tulis, seperti pinsil 2B, rol, penghapus dan keruk pinsil sudah kita bagikan kepada masing-masing kepala sekolah dan diteruskan kepada 9.703 siswa SMP/MTs di Aceh Utara,”ungkapnya.
Selain itu, dia juga meminta kepada semua pihak di Aceh Utara, agar dapat melaporkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, jika menemukan bocornya soal UN dan termasuk kunci jawaban.

“Khususnya, bagi para siswa SMP dan MTs jika ada mendapatkan kunci jawaban beredar lewat sms, supaya jangan mudah percaya dan gunakan kemampuan sendiri untuk menjawab soal UN tersebut,”harap A. Rahman TB, M.Pd. (arm)

Zaini: Komunikasi Aceh dan Jakarta akan Lebih Baik

NUSANTARA - ACEH
Jum'at, 20 April 2012 , 08:27:00

JAKARTA - Gubernur terpilih Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Dokter Zaini Abdullah mengatakan pihaknya tidak akan merasa sendirian dalam membangun Aceh ke depan.

"Bersama kami ada rakyat Aceh yang merindukan rasa aman, kedamaian dan kesejahteraan serta 16 partai politik pendukung. Salah satu diantaranya adalah PDI-Perjuangan," kata Zaini Abdullah, usai bersilaturrahmi di kediaman Ketua MPR Taufiq Kiemas, di kawasan Menteng, Jakarta Kamis (16/4).

Rakyat Aceh dan 16 parpol pendukung itu lanjut Zaini Abdullah, merupakan modal utama kami dalam membangun Aceh dan memperkuat rasa aman.

Menjawab pertanyaan wartawan cara apa yang akan dipakai untuk membangun komunikasi politik dengan DPR nantinya, Zaini menegaskan bahwa Partai Aceh sebagai partai lokal yang mengusungnya dalam Pemilukada di Aceh merupakan salah satu dari kesepakatan perdamaian di Helsinki. Jadi tidak akan ada kesulitan dalam membangun komunikasi dengan DPR RI maupun pemerintah pusat.

Lebih lanjut dia mengungkap sejumlah pembicaraan dengan Ketua MPR Taufiq Kiemas yang didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid.

"Ketua MPR ingin tahu detail tentang Aceh utamanya daerah Pasai di mana Pak Taufiq Kiemas ternyata juga berasal dari sana. Selain itu, kami juga menyampaikan terimakasih kepada beliau yang telah banyak membantu Aceh. Ini sudah pertemuan yang kedua karena sebelumnya kami juga sudah bertemu beliau," ungkap Zaini.

Ditanyakan kesiapan Aceh dalam Pemilu 2014 mendatang, Zaini Abdullah menghindar menjawabnya dan diserahkan ke Pemangku Wali Aceh Tengku Malik Mahmud.

Menurut Malik Mahmud, untuk Pemilu 2014 Aceh belum memikirkannya karena masih lama.

"Aceh belum punya agenda ke situlah. Termasuk untuk ketemu dengan pimpinan partai politik di Jakarta. Belum perlu," ujarnya.

Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, ikut dalam pertemuan tertutup itu antara lain Tengku Malik Mahmud (Pemangku Wali Nanggroe), Hasbi Abdullah (Ketua DPR Aceh), Kamarudin Abubakar (Wakil Ketua Partai Aceh) dan Yahya Muaz (Sekretaris Partai Aceh). (fas/jpnn)

308 Mahasiswa Akkes KKN di Muara Dua


"Terapkan Pola Hidup Sehat"

LHOKSEUMAWE- Sebanyak 308 mahasiswa Akademi Kesehatan (Akkes) Buket Rata Pemkab Aceh Utara, melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di 12 gampong di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Para mahasiswa Akkes itu, dilakukan pelepasan di Kantor Camat Muara Dua, oleh Direktur Akkes Buket Rata Pemkab Aceh Utara, Sukarni, Senin (16/4), pagi.

Dari 308 mahasiswa itu, masing-masing ditempatkan di Gampong Blang Poroh 15 mahasiswa, Blang Crum 35 mahasiswa, Meunasah Manyang 30 mahasiswa, Meunasah Mee 31 mahasiswa, Cot Girek 30 mahasiswa, Meunasah Blang 29 mahasiswa, Lhok Mon Puteh 15 mahasiswa dan Paloh Batee 15 mahasiswa.

Kemudian, Gampong Cut Mamplam 31 mahasiswa, Paya Bili 15 mahasiswa, Meunasah Alue 30 mahasiswa dan Gampong Paya Peuntuet 32 mahasiswa. Sementara masa KKN para mahasiswa Akademi Kesehatan ini yang ditempatkan di 12 gampong tersebut, terhitung dari 16 April sampai dengan 5 Mei mendatang.

Camat Muara Dua, Edi Yandra, S.STP. M.SP, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin,mengatakan, dengan adanya KKN mahasiswa itu dapat mengabdi kepada masyarakat dan menerapkan pola hidup sehat. “Mahasiswa itu juga dapat mengetahui data terkait dengan kesehatan masyarakat. Baik data penyakit maupun data kesehatan bayi serta ibu hamil,”cetusnya.   

Sebutnya, peran serta keberadaan mahasiswa  dari  Akademi Kesehatan  itu sangat dibutuhkan di gampong-gampong di Kecamatan Muara Dua. “Harapan kita kepada masyarakat juga dapat menerima para mahasiswa itu dan tidak segan-segan untuk menanyakan tentang pola hidup sehat kepada mahasiswa Akkes tersebut,”ungkap Camat Muara Dua. (arm)   

Dakwah Akbar Peringati Maulid Nabi Besar
























“Umat Islam Wajib Teruskan Perjuangan Rasul SAW”
BLANG POROH- Umat islam di bumi Aceh wajib meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadist. Apalagi, selama ini sebagian umat islam di Aceh sudah jauh melenceng dari ajaran islam dan hadist.

Tentunya, dengan terjadinya bencana gempa dan tsunami Aceh pada Minggu 26 Desember 2004 silam, dapat menjadi pelajaran yang berarti bagi umat islam. Yakni untuk merapatkan barisan dan kembali kepada ajaran Allah SWT dan RasulNya, karena dibalik bencana itu dapat diambil hikmah. Dimana dalam musibah tersebut, ratusan ribuan nyawa manusia melayang akibat dihantam gelombang tsunami Aceh.

Hal itu disampaikan Tgk Nurdin Amin dari Cureh, Kabupaten Pidie, dalam ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, yang diadakan masyarakat Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Sabtu (10/3) malam, di lapangan depan SD Negeri 3 Muara Dua, gampong setempat.

Kata Tgk Nurdin, gempa dan tsunami Aceh itu wajib dikenang oleh semua umat islam di Aceh. Karena ketika itu ada sebagian umat islam yang mau pindah agama yakni membuat pestapora di pantai di Banda Aceh dan Sabang, untuk menyambut Natal. “Tapi Allah SWT tidak menghendaki-Nya, sehingga terjadinya gempa dan tsunami yang maha dasyat serta menggulung semua isi bumi dan termasuk nyawa manusia melayang,”ungkapnya.

Menurutnya, bagi umat islam yang masih diberikan umur panjang dan selamat dari bencana tersebut, dapat mengambil hikmah dibalik bencana gempa dan tsunami. “Kita umat islam jangan pernah berbuat hal-hal yang dilarang dalam agama, karena kita selaku umat dipenghujung dunia dan umat paling banyak menerima rintangan meneruskan perjuangan Rasul di Aceh,”terangnya.

Selain itu, lanjut dia, selama ini juga banyak dijumpai kalangan muda-mudi yang bebas berkeliaran bukan muhrim berdua-duaan dan bermesum ria dipinggir pantai serta tempat sunyi lainnya. “Kita selaku orang tua harus mencegahnya, karena ketika Allah memberikan musibah bukan yang melanggar ajaran islam yang kena, kita juga akan menerima imbasnya,”cetus Tgk Nurdin.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Dakwah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Musliadi Harun, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahun yang digelar Gampong Blang Poroh. “Melalui momentum peringatan Maulid ini, marilah kita jadikan Akhlak mulia Rasul sebagai suri taulada kita dalam kehidupan sehari-hari,”harapnya.

Hadir dalam acara Maulid Nabi itu, Ketua KPA Wilayah Pase, Tgk Zulkarnaini diwakili oleh Tgk Nazaruddin, Geuchik Blang Poroh, Idris Yahya, tokoh masyarakat, alim ulama dan ribuan warga yang menyaksikan ceramah agama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. (arm)

Ceramah Agama- Tgk Nurdin Amin dari Cureh, Kabupaten Pidie, sedang memberikan ceramah agama dalam  rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Rakyat Aceh/Armiadi.


Gampong Blang Poroh Gelar Maulid Nabi








“Hadirkan 5 Group Zikir Maulid”

LHOKSEUMAWE- Masyarakat Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, menggelar Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Minggu (4/3). Perayaan maulid tersebut lebih meriah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang berlangsung di meunasah gampong setempat.    

Apalagi, tahun ini menghadirkan lima group zikir maulid, yakni dari santri yayasan di Peuntuet, Kecamatan Blang Mangat, santri Paya Lhok, Gampong Paya Peunteut, santri Dayah Darul Ulum Blang Poroh, santri panti asuhan Blang Poroh dan warga Gampong Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua.

Geuchik Blang Poroh, Idris Yahya, kepada Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, perayaan maulid ini turun mengundang puluhan anak yatim dari Gampong Blang Poroh dan Lhok Mon Puteh. “Dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kami juga akan menggelar ceramah agama pada Sabtu (10/3) malam mendatang, dengan menghadirkan penceramah Tgk Nurdin Amin dari Cureh, Kabupaten Pidie,”ucapnya.
 
Menurutnya,perayaan maulid nabi itu merupakan agenda tahunan yang sering dilaksanakan oleh masyarakat Gampong Blang Poroh. “Dan perlu diingat rangkaian peringatan maulid, bukan hanya membawa nasi kenduri ke meunasah, tapi nasi maulid itu kita utamakan kepada anak yatim dan mengenang perjuangan Nabi Muhammad demi menegakkan agama Allah SWT,”ujarnya.  

Selain itu, sebut dia, melalui momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad itu kita sebagai umat islam dapat meneruskan perjuangan tegaknya Syariat Islam secara kaffah di bumi Malikussaleh. Apalagi, saat ini Pemerintah Aceh sedang gencar-gencarnya memberlakukan Syariat Islam sehingga kita harus mendukungnya dengan sepenuh hati. (arm)

Selasa, 10 April 2012

Serangga Tomcat KLB Di Lhokseumawe


“Lukai 6 Warga Alue Awe”

LHOKSEUMAWE- Kasus serangga tomcat di Kota Lhokseumawe, sudah menjadi kasus luar biasa (KLB). Dimana, Dinas Kesehatan setempat, berhasil menemukan enam kasus korban gigitan serangga tomcat di Gampong Alue Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Keenam korban itu, digigit oleh serangga tomcat pada 25 Maret lalu dirumahnya berkonstrusi kayu yang berdekatan dengan  tambak masyarakat di belakang eks Pengadilan Negeri Alue Awe. Namun, pihak Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, baru mengetahui kasus itu pada Kamis 5 April lalu, dan sudah turun kelapangan bersama Dinas Kelautan Pertanian dan Perikanan Kota Lhokseumawe, untuk melakukan croscek.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Dra. Astati, didampingi Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Nizam Mauyah, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin.

Kata dia, enam warga dalam satu rumah itu yang digigit oleh serangga tomcat yakni Maria Ulfa (24), Fahri Zahrah (1,5 bulan), Yuni Fitri (26), Arifa (1), Ima Murina (19) dan Raimah (52).  Kondisi enam korban sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat. Awalnya, kondisi tubuh korban saat digigit serangga tomcat yakni merah, bernanah, melepuh, gatal-gatal dan bengkak.
“Upaya yang kita lakukan penyelidikan kelokasi kejadian penderita dan diberikan pengobatan,”ungkapnya.  Selain itu, laporan yang diterima pihaknya di kawasan Bank Mandiri Cabang Lhokseumawe, juga ditemukan dua ekor tomcat. (arm)

Sumber: Harian Rakyat Aceh. 

Butuh Dana Rp 40 M Bangun UNARA di Lhokseumawe




“Mohon Dukungan Semua Pihak”
LHOKSEUMAWE- Untuk membangun Universitas Aceh Nusantara (UNARA) di Lhokseumawe, membutuhkan dana mencapai Rp 40 miliar sebagai tahap  perencanaan awal pembangunan kampus tersebut.
Sementara kampus itu akan aktif pada bulan September mendatang, jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi, mengeluarkan izin mendirikan UNARA di Kota Lhokseumawe, di bulan Agustus 2012. 

Dimana permohonan pendirian UNARA telah diajukan pada 3 Oktober 2011 lalu, kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi
Pun demikian, pihak pengurus Yayasan Pembangunan Universitas Aceh Nusantara (YP-UNARA), terus berupaya melakukan lobi untuk pengurusan izin operasional kampus. Kemungkinan besar jika sudah ada izin, maka untuk sementara waktu akan menggunakan bangunan Pasanteren Mujahiddin Jalan Line Pipa Lhokseumawe, sebagai tempat perkuliahan mahasiswa.
“Tinggal kita teken MoU atau kerjasama dengan Pasantren Mujahiddin untuk menggunakan bangunan mereka,”ungkap Ketua Umum YP-UNARA Lhokseumawe, M, Nasir, ST,MM, didampingi Sekum, Ir. Baktiar Muhammad dan Bendaraha Umum, Baktiar, saat konfrensi pers di Sekretaris YP UNARA Lhokseumawe, Selasa (10/4).

Kata M. Nasir, Yayasan Pembangunan Universitas Aceh Nusantara sudah dirintis sekitar tiga tahun lalu dan baru jalan operasional dalam dua tahun terakhir ini, dengan berbagai dukungan dari semua elemen masyarakat. Menurutnya, kebutuhan dana sebesar Rp 40 miliar itu sebagai perencanaan tahap awal untuk pembangunan kampus, seperti biaya pemberkasan administrasi, pembebasan lahan, ruang belajar, laboratorium dan kebutuhan lainnya.  

“Kami merencanakan akan membuka 22 prodi atau jurusan untuk mahasiswa yang kuliah di Kampus UNARA Lhokseumawe, nantinya dengan lokasi pembangunan kampus di kawasan Jalan Line Pipa Lhokseumawe,”cetusnya.

Selain itu, lanjut dia, terkait adanya pernyataan dimedia massa selama ini bahwa UNARA merupakan universitas fiktif itu salah besar dan keliru. Dimana, ploting anggaran dana yang diusulkan dalam APBK Lhokseumawe, tahun 2012 sebesar Rp 201 juta benar adanya. Namun, dana itu untuk Universitas Aceh Nusantara, melaikan untuk kegiatan operasional Yayasan Pembangunan Universitas Aceh Nusantara Lhokseumawe.

“Dana yang diusulkan itu jika segera dicairkan oleh Pemko akan kita gunakan untuk operasional YP-UNARA Lhokseumawe. Intinya, kami mendirikan universitas untuk mencerdaskan anak bangsa yang berilmu pengetahuan tinggi,”terangnya.  Untuk itu, dia juga meminta dukungan semua pihak guna menyumbang baik tenaga, pikiran maupun modal dalam membangun sebuah lembaga pendidikan tinggi di Lhokseumawe. (arm)
Sumber: Harian Rakyat Aceh.