“Mohon Dukungan Semua Pihak”
LHOKSEUMAWE- Untuk
membangun Universitas Aceh Nusantara (UNARA) di Lhokseumawe, membutuhkan dana
mencapai Rp 40 miliar sebagai tahap perencanaan awal pembangunan kampus
tersebut.
Sementara kampus itu akan aktif
pada bulan September mendatang, jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi, mengeluarkan izin mendirikan UNARA di
Kota Lhokseumawe, di bulan Agustus 2012.
Dimana permohonan pendirian UNARA
telah diajukan pada 3 Oktober 2011 lalu, kepada Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi
Pun demikian, pihak pengurus
Yayasan Pembangunan Universitas Aceh Nusantara (YP-UNARA), terus berupaya
melakukan lobi untuk pengurusan izin operasional kampus. Kemungkinan besar jika
sudah ada izin, maka untuk sementara waktu akan menggunakan bangunan Pasanteren
Mujahiddin Jalan Line Pipa Lhokseumawe, sebagai tempat perkuliahan mahasiswa.
“Tinggal kita teken MoU atau
kerjasama dengan Pasantren Mujahiddin untuk menggunakan bangunan mereka,”ungkap
Ketua Umum YP-UNARA Lhokseumawe, M, Nasir, ST,MM, didampingi Sekum, Ir. Baktiar
Muhammad dan Bendaraha Umum, Baktiar, saat konfrensi pers di Sekretaris YP
UNARA Lhokseumawe, Selasa (10/4).
Kata M. Nasir, Yayasan
Pembangunan Universitas Aceh Nusantara sudah dirintis sekitar tiga tahun lalu
dan baru jalan operasional dalam dua tahun terakhir ini, dengan berbagai
dukungan dari semua elemen masyarakat. Menurutnya, kebutuhan dana sebesar Rp 40
miliar itu sebagai perencanaan tahap awal untuk pembangunan kampus, seperti
biaya pemberkasan administrasi, pembebasan lahan, ruang belajar, laboratorium
dan kebutuhan lainnya.
“Kami merencanakan akan membuka
22 prodi atau jurusan untuk mahasiswa yang kuliah di Kampus UNARA Lhokseumawe,
nantinya dengan lokasi pembangunan kampus di kawasan Jalan Line Pipa
Lhokseumawe,”cetusnya.
Selain itu, lanjut dia, terkait
adanya pernyataan dimedia massa
selama ini bahwa UNARA merupakan universitas fiktif itu salah besar dan keliru.
Dimana, ploting anggaran dana yang diusulkan dalam APBK Lhokseumawe, tahun 2012
sebesar Rp 201 juta benar adanya. Namun, dana itu untuk Universitas Aceh Nusantara,
melaikan untuk kegiatan operasional Yayasan Pembangunan Universitas Aceh
Nusantara Lhokseumawe.
“Dana yang diusulkan itu jika
segera dicairkan oleh Pemko akan kita gunakan untuk operasional YP-UNARA
Lhokseumawe. Intinya, kami mendirikan universitas untuk mencerdaskan anak
bangsa yang berilmu pengetahuan tinggi,”terangnya. Untuk itu, dia juga meminta
dukungan semua pihak guna menyumbang baik tenaga, pikiran maupun modal dalam
membangun sebuah lembaga pendidikan tinggi di Lhokseumawe. (arm)
Sumber: Harian Rakyat Aceh.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar