Selasa, 10 April 2012

Butuh Dana Rp 40 M Bangun UNARA di Lhokseumawe




“Mohon Dukungan Semua Pihak”
LHOKSEUMAWE- Untuk membangun Universitas Aceh Nusantara (UNARA) di Lhokseumawe, membutuhkan dana mencapai Rp 40 miliar sebagai tahap  perencanaan awal pembangunan kampus tersebut.
Sementara kampus itu akan aktif pada bulan September mendatang, jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi, mengeluarkan izin mendirikan UNARA di Kota Lhokseumawe, di bulan Agustus 2012. 

Dimana permohonan pendirian UNARA telah diajukan pada 3 Oktober 2011 lalu, kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktoral Jenderal Pendidikan Tinggi
Pun demikian, pihak pengurus Yayasan Pembangunan Universitas Aceh Nusantara (YP-UNARA), terus berupaya melakukan lobi untuk pengurusan izin operasional kampus. Kemungkinan besar jika sudah ada izin, maka untuk sementara waktu akan menggunakan bangunan Pasanteren Mujahiddin Jalan Line Pipa Lhokseumawe, sebagai tempat perkuliahan mahasiswa.
“Tinggal kita teken MoU atau kerjasama dengan Pasantren Mujahiddin untuk menggunakan bangunan mereka,”ungkap Ketua Umum YP-UNARA Lhokseumawe, M, Nasir, ST,MM, didampingi Sekum, Ir. Baktiar Muhammad dan Bendaraha Umum, Baktiar, saat konfrensi pers di Sekretaris YP UNARA Lhokseumawe, Selasa (10/4).

Kata M. Nasir, Yayasan Pembangunan Universitas Aceh Nusantara sudah dirintis sekitar tiga tahun lalu dan baru jalan operasional dalam dua tahun terakhir ini, dengan berbagai dukungan dari semua elemen masyarakat. Menurutnya, kebutuhan dana sebesar Rp 40 miliar itu sebagai perencanaan tahap awal untuk pembangunan kampus, seperti biaya pemberkasan administrasi, pembebasan lahan, ruang belajar, laboratorium dan kebutuhan lainnya.  

“Kami merencanakan akan membuka 22 prodi atau jurusan untuk mahasiswa yang kuliah di Kampus UNARA Lhokseumawe, nantinya dengan lokasi pembangunan kampus di kawasan Jalan Line Pipa Lhokseumawe,”cetusnya.

Selain itu, lanjut dia, terkait adanya pernyataan dimedia massa selama ini bahwa UNARA merupakan universitas fiktif itu salah besar dan keliru. Dimana, ploting anggaran dana yang diusulkan dalam APBK Lhokseumawe, tahun 2012 sebesar Rp 201 juta benar adanya. Namun, dana itu untuk Universitas Aceh Nusantara, melaikan untuk kegiatan operasional Yayasan Pembangunan Universitas Aceh Nusantara Lhokseumawe.

“Dana yang diusulkan itu jika segera dicairkan oleh Pemko akan kita gunakan untuk operasional YP-UNARA Lhokseumawe. Intinya, kami mendirikan universitas untuk mencerdaskan anak bangsa yang berilmu pengetahuan tinggi,”terangnya.  Untuk itu, dia juga meminta dukungan semua pihak guna menyumbang baik tenaga, pikiran maupun modal dalam membangun sebuah lembaga pendidikan tinggi di Lhokseumawe. (arm)
Sumber: Harian Rakyat Aceh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar