“Bantalan Rel Hanya Ganggu Masyarakat”
KRUENG GEUKEUH- Pembangunan jalur rel kereta api di Aceh, hingga saat ini masih terbengkalai tanpa adanya penyelesaian oleh pihak pelaksana proyek. Bahkan, keberadaan bantalan rel di sepanjang Kecamatan Muara Batu, Dewantara, Aceh Utara, dan Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, hanya menganggu jalur masyarakat saja.
“Sebenarnya, masyarakat Aceh tidak butuh kereta api beroperasi di wilayah Aceh. Karena selama ini sudah banyak mobil pribadi dan angkutan umum, termasuk memiliki sepeda motor sendiri,”ucap Usman (60) warga Krueng Geukeuh, kepada Rakyat Aceh, kemarin.
Menurut dia, jalur rel kereta api yang dibangun selama ini sudah terbengkalai dan berada dengan lingkungan rumah masyarakat berjarak hanya 1 dan 2 meter. “Untuk apa dibangun rel kereta api itu hanya menghambur-hamburkan uang saja, tanpa bermanfaat bagi masyarakat Aceh,”ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Wandi (40) warga setempat. Sebut dia, seharusnya Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Utara, dapat melakukan evaluasi terhadap pembangunan rel kereta api tersebut.Apalagi, pembangunan rel kereta api itu sudah terbengkalai dan jalur yang digunakan dapat menganggu pemukiman penduduk.
Dia juga mengatakan, bagi masyarakat saat ini tidak membutuhkan kereta api beroperasi dari Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara hingga ke Banda Aceh. “Yang perlu dipikirkan oleh Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Utara, bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, usaha kecil dan membuka jalur ekspor-impor,”cetusnya, seraya menambahkan, pembangunan rel kereta api itu jangan sampai menjadi malapetaka bagi masyarakat Aceh.
Selain itu, pantauan wartawan koran ini, di kawasan Gampong Uteunkot Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, terdapat ratusan bantalan beton penyangga rel yang terbengkalai dan sudah ditumbuhi rumput.
Kondisi itu, membuat masyarakat setempat menjadi kecewa dengan program proyek kereta api tersebut. Betapa tidak, bantalan beton itu seperti sengaja dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa adanya kepedulian yang serius dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh. (arm)