Minggu, 17 Juni 2012

Cuaca Ekstrim Akan Berakhir 21 Juni Mendatang


“ Ketinggian Gelombang Laut 1 Hingga 2,5 Meter”

ACEH UTARA-  Cuaca ekstrim yang terjadi wilayah Kabupaten Aceh Utara, sejak bulan Maret lalu akan berakhir pada 21 Juni mendatang. Bahkan, gelombang laut diperairan Selat Malaka mengalami ketinggian antara 1 hingga 2,5 meter, hingga membuat nelayan tak melaut.

Sekretaris SAR Kabupaten Aceh Utara, Hasbullah Ali, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Rabu (13/6), mengatakan, selama ini pihaknya terus memantau kondisi dilapangan khususnya dikawasan pesisir pantai. 

“Jika cuaca buruk atau ekstrim terjadi ditengah laut, bagi nelayan harus segera pulang dan selalu berhati-hati. Karena pengaruh cuaca tersebut akan mengancam keselamatan jiwa nelayan sendiri,”ungkap Hasbullah Ali.

Sebut dia, penyebab pemanasan global yang disertai pepohonan sudah banyak gundul didaerah pedalaman juga mengakibatkan terjadinya cuaca ekstrim. “Gunung sudah panas karena tidak ada lagi pohon, sehingga secara tiba-tiba terjadi hujan dan angin kencang atau angin puting beliung,”ucapnya.

Menurut dia, pengaruh cuaca buruk itu bisa dipastikan akibat ulah manusia sendiri karena terjadi ilegal logging. Pun demikian, pihak sebagi Tim SAR Aceh Utara, terus memantau didaerah pesisir jika terjadi kemungkinan buruk terhadap nelayan saat melaut. “Jadi cuaca ekstrim itu sudah terjadi sejak bulan Maret lalu dan akan berakhir pada 21 Juni mendatang,” terangnya. (arm)   

Capai Rp 71,350 Miliar Dana PNPM di Acut

“ 25 % Untuk  SPP dan 75 % Bangun Fisik”

ACEH UTARA- Sebanyak 852 gampong dari 27 kecamatan di Aceh Utara, mendapatkan kucuran danaProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, tahun 2012 sebesar Rp 71,350 miliar. Dana itu berasal dari APBN sebesar Rp 68,215 miliar dan APBK Aceh Utara, Rp 7,135 miliar.  
 
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Utara, Ir. Bustanuddin, MM, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin. Kata dia, dana PNPM mandiri itu untuk mendukung pembangunan di gampong-gampong di Aceh Utara.

Sebutnya, rata-rata setiap gampong mendapatkan kucuran dana tersebut antara Rp 1,2 miliar hingga Rp 3 miliar. Tentunya, pemberian katagori besarnya dana tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah dan tingkat kemiskinan masyarakat pedesaan.

“Jadi dari total dana PNPM Mandiri Rp 71,350 miliar itu, 25 persen diantaranya dikucurkan untuk dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan 75 persen lagi untuk pembangunan fisik. Seperti membangun jalan, saluran, MCK, polindes dan sarana fisik lainnya,”ucap Bustanuddin.

Menurutnya, yang ada kendala selama ini menyangkut pengelolaan dana SPP tersebut, karena ada beberapa gampong mengalami tunggakan tingkat pengembalian dana dimaksud. Pun demikian, pihaknya sudah menginformasikan kepada ketua kelompok Simpan Pinjam Perempuan, agar melunasi tunggakan tersebut.

Sementara untuk pekerjaan fisik langsung dikelola oleh masyarakat. Apalagi, dana PNPM Mandiri itu diistilahkan sebagai program yang diusulkan oleh masyarakat dan untuk kepenting masyarakat umum.

“Dengan adanya dana PNPM ini sangat membantu pembangunan gampong di Aceh Utara. Program bantuan itu mulai ada sejak tahun 2008 lalu dan tahun 2009 lalu berupa nama menjadi PNPM Mandiri,”cetusnya.
Saat ditanya wartawan koran ini, sejauhmana proses realisasi dana PNPM 2012, Bustanuddin menjelaskan, dana dari APBN sebesar Rp 68,215 miliar, baru dikucurkan dilapangan sekitar 40 persen. Sedangkan dana bersumber dari APBK Aceh Utara, akan disalurkan pada triwulan ketiga tahun 2012. (arm)

Jumat, 15 Juni 2012

DITUDUH MALING SEPATU , DISETRUM POLISI IDI RAYEUK ACEH TIMUR

Sabtu, 16 Juni 2012 , 08:44:00

IDI RAYEUK - Pemeriksaan brutal ala oknum Polsek Idi Rayeuk, Aceh Timur benar-benar menggiris hati. Pasalnya, tanpa bukti yang kuat seorang remaja ditangkap, lalu disetrum dan disiksa. Uniknya lagi, tuduhan sebagai pencuri sepatu tak terbukti hingga terpaksa dilepas. Efek dari tindak bar-bar tersebut, korban terpaksa opname di rumah sakit.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh (Grup JPNN), Munawir (17) warga dusun Amiruddin Gampong Tanoh Anoe Idi Rayeuk, bersama tiga rekannya ditangkap petugas Polsek Idi Rayeuk, pada kemarin malam. Mereka diduga telah mencuri sepasang sepatu bola. Setelah diintograsi kepolisian di Mapolsek Idi, selanjutnya keempat remaja masing-masing Yani, (16), Budi, (18), Munawir, (15) dan Eka, (16) dibebaskan Kamis (15/6), sore.

Setelah dibebaskan, Munawir menceritakan peristiwa dialaminya selama dalam pemeriksaan, di Mapolsek Idi. Ia merasa sakit dibagian perut dan dada, selanjutnya dibawa orang tua dan didampingi tim advokasi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi, Kamis (15/6) malam.

Munawir kepada Metro Aceh, saat ditemui di Ruang Rawat Inap mengaku, telah mengalami berbagai macam bentuk penyiksaan.

"Polisi itu memukuli dada dengan sodokan lutut. Saya juga disetrum listrik dengan alat dan muka turut ditampar dengan sandal. Sampai sekarang tubuh ini sakit semua dan sesak nafas," aku korban di RSU Idi sambil dikipas ibunya. Kata ibu korban, MUnawir tidak pernah mencuri sepatu milik, salah seorang personil Polisi Mapolsek Idi Rayeuk.

"Kenapa anak saya ditangkap dan diboyong ke Mapolsek. Apalagi tanpa ada pemberituhuan kepada keluarga termasuk kepada kepala lorong,” ujar Farnida ibu korban. Perempuan ini juga mengatakan anaknya dijemput, saat pulang dari pengajian pada Kamis (14/6) malam.

Akhirnya karena tak terima, anaknya dianiaya hingga terpaksa dirawat di RSUD Idi, ayah korban M. Yusuf Rusli (42) didampingi  Direktur Eksekutif YARA, Safaruddin, SH, melaporkan kejadian itu ke Mapolres Aceh Timur, dengan nomor surat tanda terima laporan, No : STPL/80/VI/2012/SPK.T.

Kapolr es Aceh Timur, AKBP Iwan Eka Putra, Sik, saat dihubungi Metro Aceh, kemarin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari orang tua korban.

“Namun untuk menindaklanjuti perkara tersebut pihak kita menunggu hasil visum dokter dan keterangan para saksi,” demikian ujar AKBP Iwan Eka Putra,Sik. (ily-jpnn.com )

Rabu, 06 Juni 2012

Jika Kinerja Guru Bersertifikat Jeblok

NASIONAL - HUMANIORA
Kamis, 07 Juni 2012 , 06:06:00

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dinilai telah berhasil meningkatkan kesejahteraan para pendidik. Para guru yang lulus ujian sertifikasi dipastikan akan mendapat tunjangan profesi. Namun, guru bersertifikat ternyata belum tentu berkualitas. Karena itu, mulai tahun ini, pemerintah akan segera memberlakukan pengukuran kinerja guru bersertifikat.

"Kami memang belum melakukan pengukuran secara utuh kinerja guru. Untuk itu, saat ini kita sedang mempersiapkan pengukuran kinerja-kinerja dari guru-guru yang sudah disertifikasi,"jelas Mendikbud Muhammad Nuh ditemui usai raker bersama komisi X DPR di gedung DPR, Rabu (6/6).

Nuh menuturkan pihaknya menyiapkan beberapa instrumen untuk mengukur kinerja para guru yang sudah lulus uji sertifikasi. Salah satu instrumen yang menjadi indikator penilaian adalah absentism atau ketidakhadiran. Menurut Mantan Menkominfo tersebut kehadiran guru sangat penting dan memiliki dampak jangka panjang bagi proses belajar mengajar.

"Bisa dibayangkan kalau satu minggu, dia absen satu mata pelajaran. Dalam sebulan, dia bisa absen empat jam. Hal itu akan merusak suasana sekolah, guru absen, anak tidak ada yang mengajar. Akhirnya mereka bisa lepas kendali. Absensi itu hal yang pokok,"jelasnya.

Mantan Rektor ITS tersebut melanjutkan, pengukuran kinerja tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa. Dia mengungkapkan, dalam satu sekolah, meski para gurunya memiliki sertifikat, kualitas tiap kelas berbeda.

"Nilai anak kelas A lebih baik dari kelas B. Padahal masing-masing gurunya sama-sama dapat tunjangan sertifikasi. Karena itu, pengukuran ini perlu. Dari sini, kita juga bisa mengukur keterlibatan guru dalam kegiatan ekskul maupun berapat banyak guru yang melakukan pendampingan,"urainya.

Untuk itu, Nuh memaparkan pihaknya tidak segan-segan menindak para guru bersertifikat yang kinerjanya ternyata tidak baik. Dia sempat menyinggung soal tunjangan profesi. Tidak menutup kemungkinan, pemerintah akan mencabut tunjangan profesi guru yang bersangkutan. "Saya bisa kasih tunjangan atau tidak ada tunjangan,"imbuh dia.

Ketika ditanya soal kemungkinan pengadaan mesin finger print untuk absensi guru, Nuh mengatakan telah mengantisipasi hal tersebut. Dia memastikan, meski pengukuran kinerja menyangkut soal absensi, tidak perlu sampai mengadakan mesin absensi tersebut.

"Nanti kalau mau melakukan pengukuran kinerja dari absensi, lalu dihubung-hubungkan dengan pengadaan mesin finger print. Padahal tidak, kalau orang mau ngukur absensi guru kan bisa dilakukan dari siswa dan kepala sekolahnya, tidak perlu sampai harus punya mesin finger print,"jelasnya.

Selain pengukuran kinerja, bulan Juli mendatang pemerintah akan menggelar uji ulang bagi guru yang sudah bersertifikat atau lulus sertifikasi. Hal itu untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan guru pascasertifikasi. Uji ulang tersebut juga menjadi sarana untuk membangung kesadaran para guru untuk terus meningkatkan diri. Menurut rencana sebanyak 1.020.000 guru akan dites ulang sebagai konsekuensi atas peningkatan kualitas mengajar setelah mendapat pendapatan tambahan dari tunjangan profesi. (Ken)

Jumat, 20 April 2012

OLAHRAGA - SEPAKBOLA
Sabtu, 21 April 2012 , 06:13:00

Foto: http://competitions2.btvision.com/PL-tickets
LONDON - Chelsea dalam kepercayaan diri tinggi saat ini. Apalagi jika bukan lantaran kemenangan 1-0 atas Barcelona dalam leg pertama semifinal Liga Champions (18/4). The Blues - sebutan Chelsea - pun tidak sabar menuntaskan tugas di Nou Camp, kandang Barca-sebutan Barcelona- pekan depan (24/4).

Namun, sebelum ke Nou Camp, Chelsea harus melawat ke Emirates, kandang Arsenal. Dengan tajuk derby London, ambisi finis empat besar, dan memori kekalahan 3-5 dalam pertemuan pertama, Chelsea seharusnya termotivasi dalam laga yang dihelat pada jam makan siang tersebut (siaran langsung Global TV mulai pukul 18.15 WIB).

Hanya, iming-iming tiket ke final Liga Champions kali kedua dalam sejarah dan tuntutan bekerja keras di Nou Camp, Chelsea diragukan akan tampil fight menghadapi Arsenal. Pelatih Chelsea Roberto Di Matteo mengatakan apabila dia akan merotasi starting eleven saat mengalahkan Barca.

Selain kebijakan rotasi, beberapa pemain juga harus absen melawan Arsenal karena cedera dan skors. Didier Drogba misalnya. Pencetak gol kemenangan ke gawang Barca itu dikabarkan absen karena gangguan lutut. David Luiz juga masih dibekap hamstring dan Branislav Ivanovic menjalani skors keduanya dari tiga laga di liga domestik.

"Saya harus kehilangan beberapa pemain yang bermain melawan Barca untuk penyegaran dan karena beberapa pemain yang tidak bermain melawan Barca berhak mendapat kesempatan," kata Di Matteo kepada Sky Sports.

Di Matteo memang menyangkal timnya bakal tidak kompetitif di Emirates. Tapi, tanpa pemain yang selama ini menjadi andalan, Chelsea boleh dibilang bermain dengan separo kekuatannya. Kondisi yang bisa menguntungkan tuan rumah.

"Liga Champions memberi pengorbanan besar bagi Chelsea terhadap kiprah mereka di liga domestik. Tapi, saya tidak berharap mereka akan memberikan tiga angka mudah kepada kami," kata pelatih Arsenal Arsene Wenger di situs resmi klub.

Setelah kekalahan mengejutkan 1-2 dari Wigan Athletic di kandang sendiri awal pekan ini (16/4), Arsenal memang tidak akan mengulang kesalahan serupa saat menghadapi Chelsea. The Gunners " sebutan Arsenal " pun ingin segera mengamakan zona empat besar atau tiket ke Liga Champions.

Saat ini, Arsenal menduduki peringkat ketiga dengan 64 angka dari 34 laga. Terpaut tujuh angka dari Chelsea yang berada di peringkat keenam, tapi memainkan satu laga lebih sedikit. Di antara kedua tim terdapat Newcastle dengan Tottenham Hotspur dan Newcastle United dengan koleksi angka yang sama (59) dari 33 laga.

Seiring target harus lebih baik dibandingkan musim lalu, Arsenal pun memilih ingin finis peringkat ketiga dibandingkan keempat. Sebagai catatan, finis ketiga lolos langsung ke babak utama atau fase grup Liga Champions, sedangkan keempat harus merangkak dari kualifikasi. "Hanya tiga besar yang menjamin Anda di Liga Champions yang sesungguhnya," tandas Wenger. (dns)

Perkiraan Pemain

Arsenal (4-1-4-1): 13-Szczesny (g); 3-Sagna, 5-Vermaelen, 6-Koscielny, 11-Santos; 17-Song; 14-Walcott, 7-Rosicky, 16-Ramsey, 27-Gervinho; 10-Van Persie
Pelatih: Arsene Wenger

Chelsea (4-2-3-1) : 1-Cech (g); 17-Bosingwa, 24-Cahill, 26-Terry, 3-Cole; 5-Essien, 7-Ramires; 21-Kalou, 10-Mata, 15-Malouda; 9-Torres
Pelatih Interim : Roberto Di Matteo

Bursa Asian Handicap
Arsenal v Chelsea    0 : "

Rekapitulasi Segera ke Presiden

Jumat, 20 April 2012 | 10:02
Rekapitulasi Segera ke Presiden
BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Kamis (19/4), menyerahkan hasil Pilkada yang dimenangkan oleh pasangan Zaini Abdullah – Muzakir Manaf ke Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Hasil rekapitulasi ini akan segera dibawa ke Jakarta guna diserahkan ke Presiden.Hasil penetapan berikut rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Aceh itu, diserahkan Ketua KIP Aceh Abdul Salam Poroh dan diterima oleh Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, disaksikan sejumlah anggota DPRA.

Saat ditemui usai penyerahan dokumen calon gubernur dan wakil gubernur terpilih, Abdul Salam Poroh mengatakan, hasil Pilkada yang mereka serahkan ke DPRA adalah untuk melengkapi persyaratan pengajuan usulan pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Diterangkannya, berdasarkan Qanun Aceh Nomor 5 tahun 2012 tentang Pilkada, pada pasal 72 ayat 2 telah disebutkan bahwa tiga kali 24 jam, dokumen penetapan dan hasil Pilkada harus sudah diserahkan kepada DPRA.”Apa yang kita laksanakan hari ini, adalah berdasarkan peraturan semata,”ujarnya.

Maka itu, setelah DPRA menerima hasil Pilkada, lembaga tersebut harus segere menindak lanjutinya. Tapi, kalau nanti ada gugatan dari kandidat gubernur, tentunya DPRA harus menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Setelah proses di DPRA selesai, maka selanjutnya, DPRA menyerahkan dokemen tersebut ke Presiden melalui Mendagri. Setelah pemerintah pusat mengelurkan SK, maka DPRD akan mengagendakan rapat paripurna istimewa pelantikan gubernur dan wakil gubernur.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda mengatakan, setelah pengecekan dokumen selesai dan SK penetapan calon terpilih diproses dalam dua hari, pihaknya akan membawa langsung hasil Pilkada tersebut ke Jakarta untuk diserahkan kepada Mendagri. “Begitu SK Mendagri keluar, kita akan langsung mengagendakan pelantikan,” kata dia. Dia menambahkan, proses keluarnya SK dari Mendagri biasanya akan memakan waktu 30 hari sejak penetapan calon terpilih. ”Kita harap tidak ada gugatan, sehingga prosesnya akan semakin cepat. Semakin cepat akan semakin baik,” ujarnya .

Selesaikan Kisruh Gayo Lues dan Aceh Tengah
Pada kesempatan itu, Abdul Salam Poroh menandaskan pihaknya akan turun ke Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tengah gua menyelesaikan kisruh Pemilukada di dua kabupaten tersebut. “Hari ini jam dua (kemarin -red) kita akan turun kesana melakukan supervisi atau pengawasan,” ungkapnya. Selain para komisioner KIP Aceh, anggota Panwas Aceh dan Desk Pilkada juga ikut serta ke dua Kabupaten tersebut, guna menyelesaikan persoalan kisruh Pilkada.

Sebelumnya, Penjabat gubernur Aceh, Tarmizi A Karim sudah meminta KIP Aceh dan Panwas untuk secepatnya menyelesaikan persoalan penolakan Pilkada di dua Kabupaten itu. “Paling lambat Minggu nanti, kita sudah memberikan laporan kepada Pj Gubernur,”sebutnya.
Sejauh ini, apa yang akan mereka lakukan di dua daerah tersebut, hanya bersifat supervisi.

Pihaknya belum dapat memutuskan, apakah akan melanjutkan proses pilkada disana ataupun melakukan pemilihan ulang, seperti desakan masyarakat di dua daerah itu. Untuk Persoalan Gayo Lues, kata dia, proses rekapitulasi di lima Kecamatan disana masih belum selesai dilaksanakan, akibat adanya aksi permintaan penundaan Pilkada. (slm)

Kasus 11 Siswa Dipecat


Sabtu, 21 April 2012 | 10:12
Dibawa ke Jalur Hukum

SIGLI-Pos Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (PB-HAM), Kabupaten Pidie menilai tindakan SMA Sukma Bangsa memecat 11 siswanya dituding mencontek, merupakan hal yang sangat tidak manusiawi. Karena itu bersama lembaga HAM lainnya akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum. Hal itu disampaikan Direktur PB-HAM Pidie Heri Saputra secara tertulis kepada Rakyat Aceh Jum'at (20/4). Lanjut dia, pihaknya sangat menyesalkap sikap kepala sekolah yang memecat siswa karena menyontek. Dasar aturan di buat sekolah juga diketahui pihak Dinas pendidikan dan itu bukan aturan yang mendidik.

"Ini yang perlu dipecat Kepala Sekolahnya bukan siswanya," tegas Heri. Pihaknya tegas Heri siap membantu ke 11 siswa-siswi yang dikeluarkan dan bila perlu ke meja hijau sekalipun, artinya aturan yang diterapkan pihak sekolah Sukma harus sesuai dengan kultur daerah jadi bukan membuat aturan tidak berpedoman kepada Undang-Undang Pendidikan dan Permendiknas.

"Kami siap membantu advokasi 11 siswa tersebut, dan ikut juga lembaga LBH ANAK ACEH, YAB ACEH, Koalisi NGO HAM ACEH. Dan lembaga lain nya untuk memperjuangkan hak-hak siswa".tukas Heri berang. Dalam kesempatan tersebut mereka juga mendesak Pemerintah dan Dewan setempat segera turun tangan. Tambah dia, kalaupun itu sebuah aturan tetap ada tahapan untuk bisa mengeluarkan mereka dari sekolah dan tidak seenaknya saja.

Kesalahan dengan resiko diterima pemecatan sungguh tidak sepadan dan tidak manusiawi. Para siswa menurut Heri tidak melakukan tindakan kriminal atau mencemarkan nama sekolah. "Ini sudah diluar batas kemanusiaan dan Pemkab Pidie dan DPRK harus turun tangan menyelamatkan 11 siswa ini," pinta Heri.
Dinas Pendidikan Tak Berdaya
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Drs H.Bukhari Tahir kepada Rakyat Aceh Jum'at (20/4), mengaku, bahwa pihaknya dan Dinas Pendidikan Aceh sudah berusaha memperjuangkan nasib ke 11 siswa SMA Sukma itu agar bisa ikut ujian susulan.

Namun apa hendak dikata jika Yayasan Sukma Bangsa di Jakarta tetap bersikukuh mengeluarkan mereka dari sekolah dan pihak yayasan tidak memberi ampun.
"Setelah kita duduk dengan Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan Aceh serta unsur lainnya, namun Yayasan Sukma tetap pada pendiriannya yaitu memecat 11 siswanya itu," jelas Bukhari.

Sebelumnya dari pihak sekolah menyatakan, pemecatan dilakukan karena para siswa telah melanggar aturan di sekolah yang pernah ditanda tangani bersama wali murid saat pertama masuk sekolah. "Kita tidak mentoleril jika melanggar aturan sekolah," jelas Kepala SMA Sukma Kabupaten Pidie Sansrisna.MSI kemarin.

Ketegasan itu dilakukan agar menjadi pelajaran bagi siswa-siswi yang lainnya, kata Sanstrisna. Kapan puna anak asuhnya menyontek di UN maupun ujian semester, tetap akan dikeluarkan dari sekolah, sebab itu sudah menjadi komitmen pihak sekolah dengan murid serta wali murid. (mir).