ACEH UTARA- Departemen Kesehatan (Depkes) Republik Indonesia (RI), kini sedang menindak lanjuti pemeriksaan sample darah warga Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, yang sempat terserang penyakit aneh awal bulan lalu. Pemeriksaan sample darah tersebut, Depkes memberikan limit waktu selama 28 hari, terhitung dari tanggal pengajuan sample yakni 5 Mei lalu. Hasil sample darah itu, dinilai penting diketahui untuk menjadi rujukan dan sebagai langkah-langkah antisipasi terhadap penderita penyakit dimaksud.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Drs. M. Hasan, M.Kes, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Rabu (20/5), mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil lab dari Departemen Kesehatan (Depkes) RI, terkait kasus penyakit aneh yang diderita oleh belasan warga Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur.
Dimana belasan warga tersebut, secara tiba-tiba terserang penyakit aneh. Sehingga membuat Dinas Kesehatan Aceh Utara, untuk melakukan pemeriksaan darah warga sekitar 10 orang yang dijadikan sebagai sample. “Sample darah itu, sudah kita kirimkan kepada Dinkes Provinsi Aceh dan dari Provinsi juga sudah melanjutkan dengan mengirimkan lagi ke lab Departemen Kesehatan RI,”ucap M. Hasan. Sebut dia, hasil pemeriksaan lab sangat penting sehingga dapat diketahui sumber penyakit apa yang sempat diderita oleh masyarakat Sido Mulyo. Menurut M.Hasan, jika sumber penyakit sudah ada dan diketahui kita bisa langsung melakukan upaya pencegahan. Dengan tujuan, apabila penyakit itu terulang kembali dapat ditindak lanjuti.
Selain itu, ungkap M. Hasan, kondisi kesehatan belasan warga dan termasuk 10 warga yang dianggap parah terserang penyakit aneh, sudah mulai normal serta sehat kembali. Dengan demikian, pihak dari Dinas Kesehatan Aceh Utara, mengajak kepada seluruh masyarakat dan khususnya di Kecamatan Kuta Makmur, untuk dapat menjaga lingkungan yang bersih dan bebas dari sumber penyakit. “Paling tidak, kita di desa-desa pedalaman dapat kembali menhidupkan budaya gotong rotong di lingkungan masing-masing. Kemudian, memakan buah-buahan dan sayuran, apalagi di desa banyak dijumpai buah-buahan serta sayur-sayuran yang lebih bergizi,”pintanya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar