Rabu, 20 Mei 2009

Jalan Belum di Aspal, Warga Blang Poroh Ancam Demo

“Setiap Hari Debu Berterbangan”

CUNDA-Warga Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, mengancam demo ke kantor Walikota Lhokseumawe, terkait dengan belum pengaspalan terhadap badan jalan Gampong setempat, sepanjang 1,5 kilometer.

Menurut sejumlah warga, sekitar empat bulan lalu jalan tersebut sudah dilakukan pengerasan untuk pengaspalan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Lhokseumawe, tahun 2007.

Namun, pemerintah setempat, belum juga mengaspal jalan Gampong Blang Poroh yang menghubungkan beberapa Gampong di Kecamatan Muara Dua, dan Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Padahal, jalan itu merupakan jalur transportasi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, baik dengan menggunakan sepeda dayung maupun sepeda motor ke pasar.

Tokoh masyarakat Gampong Blang Poroh, Tgk. Hasan, kepada Rakyat Aceh, Minggu (17/2) mengatakan, saat ini kondisi jalan mulai mengeluarkan debu yang berterbangan kerumah-rumah penduduk dan menganggu aktifitas masyarakat pengguna jalan. “Mau tidak mau warga setiap hari harus menghirup debu jalan. Apalagi kini termasuk musim kemarau sehingga sangat mudah debu berterbangan ketika jalan itu dilalui warga,”ucapnya.

Sebut dia, selama empat bulan pengerasan badan jalan tersebut yang menimbulkan debu telah menyebabkan sebagian warga mulai terserang penyakit, seperti batuk dan ispa. “Dengan kondisi demikian, sepertinya Pemerintah Kota(Pemko) Lhokseumawe, kurang peduli terhadap rakyatnya. Bukan memberikan kesejahteraan, malah akibat program pembangunan yang tidak berjalan secara maksimal membuat warga menjadi sensara, karena makan debu tiap hari,”keluh Tgk.Hasan.

Lanjut dia, jika dalam waktu dekat ini Pemko tidak segera mengaspal jalan itu, maka pihaknya mengecam akan melakukan demo ke kantor Walikota untuk mempertanyakan apa tujuan mereka tidak menyelesaikan pembangunan jalan yang sudah ada anggarannya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, TA. Khalid, ketika dihubungi Rakyat Aceh, melalui telepon selulernya, Minggu (17/2), mengatakan, seharusnya Pemerintah Kota lebih fukos terhadap infrastruktur yang sangat dibutuhkan langsung dan kepentingan rakyat.

“Jangan seperti jalan Gampong Blang Poroh, yang hingga saat ini belum juga diaspal sebagaimana mestinya. Dan sampai kapan masyarakat harus makan dan hirup debu setiap hari,”Ketua DPRK. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar