“Gaji Tidak Dibayar, Guru Menjerit”
ACEH UTARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, terkesan telah menelantarkan nasib para guru honor daerah (honda) dan guru bakti munir di 27 kecamatan dalam wilayah kabupaten setempat. Pasalnya, selama empat bulan ini mereka belum menerima gaji honor dari pemerintah.
Fenomena atau budaya ini harus dapat dihilangkan, dengan memperlambat pembayaran gaji para guru sebagai pendidik anak-anak bangsa yang lebih cerdas kedepan, demi pembangunan Provinsi Aceh. Namun, alangkah sangat disayangkan, jika gaji saja belum dibayar oleh pemerintah selama empat bulan ini. Akibatnya, kebanyakan diantara guru tersebut terpaksa mengutang dulu kepada orang lain, untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Apabila, tidak berutang maka tidak mempunyai uang karena belum dibayar gaji oleh pemerintah.
Menurut beberapa guru ini, merasa kecewa kepada pemerintah yang dinilai masih kurang memperhatikan nasib kehidupan mereka. Jangankan untuk kesejahteraan, gaji saja yang sudah dialokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara tahun 2009 belum bayar. Mereka juga bertanya-tanya, apakah dengan kasus bobolnya rekening Pemkab di Bank Mandiri Jalembar Jakarta Barat, dapat menghambat lagi proses pembayaran gaji mereka yang sudah empat bulan tidak jelas rimbanya.
Kondisi itu akan berdampak buruk bagi proses belajar mengajar disekolah, dimana dari bulan Januari sampai dengan April lalu, para guru ini belum menikmati hasil jerih payah mereka.“Perlu diketahui, keterlambatan pembayaran gaji kami bukan saja terjadi pada tahun ini. Namun, kondisi serupa sudah setiap tahun anggaran terjadi,”ujar beberapa guru bakti munir dan guru honda, Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, Rabu (20/5), yang enggan namanya dipublikasi.
Dia mengatakan, saat mempertanyakan kejelasan gaji tersebut ke dinas terkait, selalu beralasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2009 belum dicairkan. “Jika terus menunggu pencairan APBK itu tanpa bisa mendahului, sehingga kami sebagai guru bakti murni terpaksa harus berutang untuk membeli kebutuhan keluarga,”keluhnya. (arm)
ACEH UTARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, terkesan telah menelantarkan nasib para guru honor daerah (honda) dan guru bakti munir di 27 kecamatan dalam wilayah kabupaten setempat. Pasalnya, selama empat bulan ini mereka belum menerima gaji honor dari pemerintah.
Fenomena atau budaya ini harus dapat dihilangkan, dengan memperlambat pembayaran gaji para guru sebagai pendidik anak-anak bangsa yang lebih cerdas kedepan, demi pembangunan Provinsi Aceh. Namun, alangkah sangat disayangkan, jika gaji saja belum dibayar oleh pemerintah selama empat bulan ini. Akibatnya, kebanyakan diantara guru tersebut terpaksa mengutang dulu kepada orang lain, untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Apabila, tidak berutang maka tidak mempunyai uang karena belum dibayar gaji oleh pemerintah.
Menurut beberapa guru ini, merasa kecewa kepada pemerintah yang dinilai masih kurang memperhatikan nasib kehidupan mereka. Jangankan untuk kesejahteraan, gaji saja yang sudah dialokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara tahun 2009 belum bayar. Mereka juga bertanya-tanya, apakah dengan kasus bobolnya rekening Pemkab di Bank Mandiri Jalembar Jakarta Barat, dapat menghambat lagi proses pembayaran gaji mereka yang sudah empat bulan tidak jelas rimbanya.
Kondisi itu akan berdampak buruk bagi proses belajar mengajar disekolah, dimana dari bulan Januari sampai dengan April lalu, para guru ini belum menikmati hasil jerih payah mereka.“Perlu diketahui, keterlambatan pembayaran gaji kami bukan saja terjadi pada tahun ini. Namun, kondisi serupa sudah setiap tahun anggaran terjadi,”ujar beberapa guru bakti munir dan guru honda, Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, Rabu (20/5), yang enggan namanya dipublikasi.
Dia mengatakan, saat mempertanyakan kejelasan gaji tersebut ke dinas terkait, selalu beralasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2009 belum dicairkan. “Jika terus menunggu pencairan APBK itu tanpa bisa mendahului, sehingga kami sebagai guru bakti murni terpaksa harus berutang untuk membeli kebutuhan keluarga,”keluhnya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar