Majelis Taklim Capai MoU Tapal Batas Gampong
“Gelar Syukuran Tapal Batas Gampong”
LHOKSEUMAWE- Akhirnya, setelah puluhan tahun terjadi sengketa tapal batas antara Gampong Blang Poroh dengan Gampong Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, dapat diselesaikan secara damai.
Bahkan, Rabu (29/4) pagi kemarin, kedua gampong tersebut menggelar syukuran atau kenduri raya dengan menggunakan ratusan masyarakat gampong setempat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk menjaling rasa persatuan dan kesatuan antara gampong tersebut yang sempat retak gara-gara tapal batas gampong yang sempat terjadi keributan.
Namun, tercapainya kesempatan damai kedua gampong ini tidak terlepas dari kegigihan pimpinan Majelis Taklim As-Syafi’yah gampong setempat, dibawah pimpinan Tgk. H. Abubakar Ismail. Dimana, setiap ada kegiatan majelis taklim Tgk. H. Abubakar Ismail selalu memberikan pencerahan kepada masyarakat dari dua gampong tersebut.
“Kita selalu memberikan pencerahan dan bimbingan untuk dapat berdamai menyangkut masalah tapal batas Gampong Blang Poroh- Lhok Mon Puteh. Jadi fungsi Majelis Taklim ini, selain untuk memberikan tentang ilmu agama islam juga dapat memperkuat rasa persaudaraan sesama masyarakat, sehingga akhirnya berhasil kita damaikan kedua gampong ini,”ucap Tgk. H. Abubakar Ismail, yang juga pimpinan Dayah Darul Ulum di gampong setempat.
Sebut dia, sebagai bentuk perdamaian yang sudah tercapai terhadap dua gampong ini sehingga pihaknya membuat syukuran dengan mengundang seluruh masyarakat yang berada di Gampong Blang Poroh dan Gampong Lhok Mon Puteh. Dalam acara itu, juga dihadiri oleh Asisten III Pemko Lhokseumawe, Drs. Arifin Abdullah, Kabag Pemerintahan, Kabag Kesbangpol, Ketua MPU, Anggota DPRK, Muspika Muara Dua, tokoh masyarakat dan undang lainnya.
Sementara itu, syukuran yang digelar tersebut merupakan suatu sejarah yang jarang terjadi, dimana masalah sengketa dua gampong sejak 62 tahun lalu berhasil terselesaikan.
“Jadi penyelesaian sengketa tapal batas gampong tersebut tidak akan terwujud bila tidak adanya keinginan kedua belah pihak untuk mencari jalan terbaik dalam menangani masalah dimaskud,”ucap Walikota Lhokseumawe, Munir Usman, yang diwakili Asisten III Setdako Lhokseumawe, Drs. Arifin Abdullah pada acara syukuran penetapan tapal batas gampong Blang Poroh-Lhok Mon Puteh.
Arifin mengatakan, kesepakatan kedua pihak lahir tidak terlepas dari dukungan semua pihak khususnya masyarakat gampong setempat. Dimana tokoh masyarakat dan alim ulama yang selalu bermusyawarah pada majelis taklim As-Syafi’iyah yang merupakan sebagai wadah bertemunya kedua belah pihak pada kegiatan pengajian.
Asisten III ini juga meminta jika masih ada masyarakat gampong yang bersengketa tentang Tapal Batas agar segera membentuk Majelis Taklim dalam menyelesaikan sengketa tersebut. “Apalagi jika dilihat dari asal usul kedua wilayah adalah bersaudara yang tentunya setiap pertikaian harus ditempuh secara damai,”ucapnya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar